Senin, 18 November 2024

LISTRIK STATIS II

GAYA LISTRIK

Orang yang pertama kali menyadari dan merumuskan  perhitungan gaya listrik adalah Charles Augustin  Coulomb (1736 – 1806) seorang ilmuwan yang berasal  dari Perancis. Neraca puntir Coulomb merupakan alat  yang ia gunakan untuk menyelidiki hubungan gaya  tolak-menolak atau gaya tarik-menarik dua benda  bermuatan listrik terhadap besar muatan listrik dan  jaraknya. 

Seperti yang sudah kita pelajari  sebelumnya jika muatan positif  dan muatan negatif pada suatu  benda tidak sama jumlahnya, maka  akan timbul gejala listrik statis. Dua  benda bermuatan akan saling tarik￾menarik atau saling tolak-menolak  apabila didekatkan. Tarikan dan  tolakan ini kita sebut sebagai gaya listrik.

Gaya listrik adalah suatu gaya yang dihasilkan oleh berbagai benda yang punya muatan listrik. Gaya listrik bisa juga diartikan sebagai gaya yang dihasilkan oleh benda bermuatan listrik dalam medan listrik. Dengan gaya listrik, berbagai alat elektronik yang ada di rumah bisa menyala.

Gaya secara garis besar dibagi atas dua yaitu gaya sentuh dan gaya tak sentuh. Kedua jenis gaya ini dibagi berdasarkan ada atau tidaknya kontak.

a. Gaya sentuh

Gaya sentuh adalah gaya yang timbul akibat dari kontak langsung atau persentuhan secara fisik dengan benda. Dalam jenis gaya ini, gaya tidak mungkin ada jika antar benda tidak saling bersentuhan. Contoh gaya sentuh ini adalah gaya gesek, gaya otot dan gaya pegas.

b. Gaya tidak sentuh

Gaya tidak sentuh adalah gaya yang timbul akibat adanya medan di sekitar benda sumber gaya dengan benda di sekitarnya. Walaupun antar benda tidak saling bersentuhan, namun benda disekitar sumber gaya akan merasakan efeknya, misalnya gaya listrik, gaya magnet dan gaya gravitasi. Berdasarkan penjelasan di atas, dapat ditarik kesimpulan bahwa gaya listrik merupakan suatu gaya yang ditimbulkan atau dihasilkan oleh berbagai benda yang memiliki muatan listrik.Gaya listrik juga dapat diartikan sebagai gaya yang dihasilkan oleh benda yang memiliki muatan listrik dalam suatu medan listrik.

Manfaat Gaya Listrik 

1. Menyalakan alat elektronik

Contoh manfaat gaya listrik yang paling umum adalah untuk menyalakan alat elektronik seperti televisi, kipas angin, dan lainnya. Pada televisi, gaya listrik berubah jadi cahaya dan suara. Hasilnya, kita bisa mendengarkan suara dan melihat gambar pada layar televisi. Gaya listrik tak cuma diubah jadi cahaya dan suara saja, tapi juga bisa diubah jadi gerak. Contohnya pada kipas angin. Pada kipas angin, gaya listrik berubah jadi gerak yang menggerakkan baling-baling pada kipas. Hasilnya, kita bisa merasakan angin yang dihasilkan dari kipas.

2. Menjalankan Alat Kesehatan

Alat kesehatan yang digunakan untuk mengecek kondisi pasien seperti USG, EKG, dan masih banyak lagi juga umumnya menggunakan gaya listrik.

3. Baterai

Baterai adalah tempat penyimpanan listrik yang bisa digunakan sampai daya listrik di dalamnya habis. Mobil menggunakkan baterai listrik berupa accu untuk menyalakan mesinnya. Laptop dan ponsel pun juga menggunakan baterai. Tanpa listrik, ponsel dan laptop masih bisa menyala karena adanya baterai.

4. Penerangan

Dengan adanya listrik, kita bisa dengan mudah mendapat penerangan dari lampu. Sinar yang dipancarkan dari lampu ini dihasilkan dari gaya listrik yang berubah jadi cahaya.

5. Transportasi

Saat ini sudah banyak moda transportasi yang memanfaatkan listrik seperti KRL dan mobil listrik.

6. Industri

Produksi barang tentunya tidak terlepas dari alat-alat produksi di pabrik yang menggunakan listrik. Misalnya saja, oven listrik, conveyor belt, dan masih banyak lagi.

Demikianlah pengertian gaya listrik dan contoh manfaatnya bagi kehidupan sehari-hari.

Masih banyak lagi manfaat penggunaan gaya listrik di sekitar kita, oleh karena itu gaya listrik menjadi salah satu gaya yang penting dalam kehidupan manusia.

MEDAN LISTRIK

Pengertian Medan Listrik

Medan listrik adalah area di sekitar muatan listrik yang mempengaruhi partikel bermuatan lainnya di sekitarnya. Konsep medan listrik pertama kali diperkenalkan oleh ilmuwan Fisika besar, Michael Faraday, pada abad ke-19.

Medan listrik dipahami sebagai kawasan di sekitar suatu muatan listrik yang mempengaruhi partikel bermuatan lainnya. Konsep ini membantu kita memahami bagaimana muatan listrik saling berinteraksi tanpa harus berhubungan fisik.

Sifat Medan Listrik

Medan listrik memiliki beberapa sifat kunci yang perlu dipahami:

  • Arah dan Besar Medan Listrik: Arah medan listrik adalah arah yang diikuti oleh gaya yang akan diberikan kepada suatu muatan positif jika ditempatkan dalam medan tersebut. Besar medan listrik dinyatakan dalam newton per coulomb (N/C).

  • Superposisi Medan Listrik: Jika terdapat lebih dari satu muatan listrik yang menghasilkan medan listrik, medan listrik total di suatu titik adalah hasil dari penjumlahan vektor medan listrik masing-masing muatan.

  • Medan Listrik pada Permukaan Penghantar: Medan listrik pada permukaan penghantar logam selalu tegak lurus dengan permukaan penghantar pada titik kontak. Ini juga berarti bahwa medan listrik di dalam penghantar adalah nol.

  • Medan Listrik pada Permukaan Non-Penghantar: Medan listrik pada permukaan benda yang bukan penghantar bisa saja tidak tegak lurus dengan permukaannya, tergantung pada arah muatan pada benda tersebut.

  • Medan Listrik pada Kombinasi Muatan: Jika dua muatan berdekatan dengan besaran dan arah yang berbeda, medan listrik di antara keduanya dapat dihitung sebagai jumlah dari medan listrik masing-masing muatan.

Contoh Penerapan Medan Listrik dalam Keseharian

  • Pelepasan Partikel Muatan: Ketika kita menggosokkan balon pada rambut kita, muatan listrik dipindahkan dari rambut ke balon. Hal ini menghasilkan medan listrik di sekitar balon yang dapat mempengaruhi pergerakan benda-benda kecil, seperti serpihan kertas.

  • Perangkat Elektronik: Medan listrik digunakan dalam perangkat elektronik seperti televisi, komputer, dan ponsel pintar. Komponen dalam perangkat ini menghasilkan medan listrik yang mengontrol aliran elektron dan memberikan fungsi yang diinginkan.

  • Kesehatan: Dalam dunia medis, medan listrik digunakan dalam berbagai teknologi seperti elektrokardiogram (ECG) dan elektroensefalogram (EEG) untuk memantau aktivitas listrik di dalam tubuh manusia.

  • Industri: Dalam industri, medan listrik digunakan dalam berbagai proses, seperti cat elektrostatik yang menggunakan medan listrik untuk melapis permukaan dengan cat secara merata.

Minggu, 10 November 2024

SISTEM KOORDINASI MANUSIA BAG III

SISTEM HORMON


Pernahkah kamu mendengar berita tentang pria tertinggi di Indonesia ” dan “wanita terpendek di dunia”?. Di pertunjukan sirkus kamu sering melihat pemain yang badannya tinggi sekali melebihi orang normal , atau badut yang kerdil. Manusia-manusia yang disebutkan tadi termasuk kelompok yang mengalami kelainan. Sebagian besar kelainan tadidisebabkan oleh gangguan (kerusakan) sistem hormon atau sistem endokrin. Sistem hormon merupakan sistem untuk mengirim pesan keseluruh tubuh, namun pesan tidak dihantarkan melewati saraf. Sistem hormon tersusun dari jaringan kelenjar-kelenjar di seluruh tubuh. Hormon adalah senyawa kimia yang dihasilkan oleh kelenjar. Kelenjar tersebut tidak mempunyai saluran sendiri untuk mengirimkan hormon yang diproduksinya, oleh karena itu kelenjar hormon disebut pula kelenjar buntu. Hormon diperlukan dalam jumlah yang sangat sedikit dan bergerak langsung dari kelenjar ke aliran darah. Jaringan khusus yanga dipengaruhi oleh hormon disebut jaringan target. Jaringan sasaran suatu hormon terkadang terletak jauh dari kelenjar yang menghasilkannya. 

A. Kelenjar hipofisis

Gambar : Kelenjar Hipofisis

Kelenjar hipofisis atau pituitari berbobot sekitar 0,5 gram, berukuran sekitar 10X13X6 mm. Walaupun amat kecil dan ringan , hipofisis berperan sangat penting dalam mengatur kerja hormon-hormon yang lain. Karena mengatur kerja hormon-hormon lain inilah, maka hipofisis disebut sebagai master gland atau kelenjar induk. Terdapat beberapa macam hormon yang dihasilkan oleh kelenjar hipofisis, antara lain : 

1. Hormon petumbuhan, disebut pula somatotropin yang berfungsi mengatur pertumbuhan tubuh. Hormon ini bekerja sama dengan hormon yang dihasilkan kelenjar tiroid.

2. Hormon perangsang pertumbuhan sel telur maupun sperma yang disebut gonadotropin

3. Hormon TSH (Thyroid Stimulating Hormon), yang bertugas mengatur kegiatan kelenjar gondok.

4. Hormon ACTH (Adreno Cortico Tropic Hormon), yang bertugas mengatur kegiatan kelenjar anak ginjal.

5. Hormon pengatur pengeluaran air seni, yang disebut vassopresin.

6. Hormon yang mempengaruhi dinding otot rahim pada wanita menjelang proses persalinan, yang disebut hormon oksitosin .

7. Hormon yang mempengaruhi produksi air susu ibu, yang disebut prolaktin.

B. Kelenjar Gondok dan Anak Gondok.

Gambar : Kelenjar Gondok dan Anak Gondok

Kelenjar gondok berjumlah sepasang dan terletak di leher, tepat di bagian depan tenggorokan dan dibagian bawah jakun. Hormon yang dihasilkan oleh kelenjar gondok berfungsi mengatur metabolisme dan mempengaruhi mental dan tubuh. Bila hormon yang dihasilkannya terlalu banyak, maka seseorang akan mengalami peningkatan metabolisme yang ditandai dengan badan kurus, mata melotot dan disertai gemetar pada tangan yang disebut tremor. Bila pada masa anak-anak, kelenjar tidak cukup menghasilkan hormon tersebut, maka  akan terjadi kekerdilan. Kekurangan hormon yang dikaitkan dengan kelenjar tiroid dapat disebabkan oleh air minum yang kurang mengandung yodium . Kelenjar paratiroid berjumlah dua pasang dan menempel pada bagian belakang kelenjar tiroid. Kelenjar ini menghasilkan hormon paratiroid. Hormon tersebut bertugas mengatur kadar kalsium darah.

C. Kelenjar Pankreas.


Gambar : kelenjar pankreas

Kelenjar pankreas menghasilkan hormon insulin dan glukagon. Kerja ke dua macam hormon tersebut berlawanan. Insulin bertugas mengatur kadar gula darah dengan cara menyimpannya sebagai glikogen yang disimpan di otot, sedangkan glukagon bertugas mengatur pengubahan glikogen menjadi glukosa. Kekurangan hormon insulin akan menyebabkan penyakit kencing manis atau diabetes mellitus.

D. Kelenjar Anak Ginjal (Suprarenalis)

Kelenjar suprarenalis (terdiri dari bagian kulit (korteks) dan sumsum (medulla). Bagian korteks menghasilkan hormon glukokortikoid , aldosteron dan testosteron. Hormon-hormon tersebut bekerja mengatur kadar cairan tubuh dan mempengaruhi perkembangan alat kelamin. Bagian sumsum atau medulla menghasilkan adrenalin yang bertugas meningkatkan denyut jantung, frekuensi pernapasan dan tekanan darah. Hormon adrenalin mempunyai pengaruh yang lebih cepat dibanding hormon-hormon yang lain.

E. Kelenjar Kelamin

Gambar : Kelenjar Kelamin

Kelenjar kelamin laki-laki disebut testis dan hormon yang dihasilkan disebut testosteron. Hormon ini  berfungsi mengatur timbulnya sifat khusus pada laki-laki. Sifat tersebut disebut sifat kelamin sekunder laki-laki yang ditandai dengan bentuk dada bidang, adanya cambang, kumis dan suara membesar.

Kelenjar kelamin pada wanita adalah ovarium menghasilkan hormon estrogen dan progesteron. Hormon estrogen berfungsi mengatur timbulnya sifat khas pada wanita seperti adanya buah dada, pinggul besar, dan suara lembut. Sifat-sifat itu disebut sifat kelamin sekunder wanita. Hormon progesteron berfungsi mempersiapkan kehamilan .

Minggu, 03 November 2024

SISTEM KOORDINASI MANUSIA BAG II

 B.  SISTEM INDRA

Allah menciptakan panca indera yang begitu sempurna, ada mata, telinga, kulit, hidung dan lidah yang sangat tidak terikira manfaatnya. tentunya dengan belajar mengnal bagiannya adalah salah satu wujud untuk bersyukur dengan panca indera kita. Mari kita pelajari 1 persatu panca indera kita.

1. Indra Penglihatan


Mata dan Baginnya

Indra penglihatan manusia adalah mata. mata yang begitu indah inii memilki alat tambahan mata yang dapat dijelasakan sebagai berikut ini :

a. Alat Tambahan Mata

1). Alis berfungsi melindungi mata dari keringat atau air yang mengalir di dahi.
2). Kelopak mata, terdiri dari beberapa lapisan.
3). Bulu mata berfungsi mengurangi intensitas cahaya yanh berlebihan.
4). Kelenjar air mata dan saluran air mata.

b. Otot bola Mata

Pada setiap mata terdapat otot lurik yang berfungsi menggerakkan bola mata ke samping, atas, dan bawah.

c. Bola Mata

1). Lapisan luar terdiri dari sclera yang berwarna putih dan tidak tembus cahaya, serta kornea yang tembus cahaya dan berfungsi membantu memfokuskan bayangan pada retina.

2). Lapisan tengah (koroid) terdapat iris (selaput pelangi) yang menentukan warna mata. Di tengahnya terdapat lubang (pupil), berfungsi jumlah cahaya yang masuk ke mata.

3). Lapisan dalam terdapat sel batang dan sel kerucut
Sel batang (basilus) mengandung pigmen rodopsin, yaitu senyawa antara vitamin A dan protein. Ketika terang rodopsin terurai dan ketika gelap rodopsin terbentuk kembali. Sel kerucut banyak mengandung iodopsin, yaitu senyawa retinin dan opsin; peka terhadap warna biru, hijau, dan merah. Bagian retina yang paling peka cahaya adalah bintik kuning. Daerah ini banyak mengandung saraf penerima rangsang cahaya. Daerah tempat masuk dan membeloknya sarf penglihatan, tidak mengandung ujung saraf penglihatan, disebut bintik buta.

d. Lensa Mata

Terletak di belakang selaput pelangi, berbentuk bi konveks. Agar benda yang diamati tampak jelas, maka bayangan benda harus jatuh pada bintik kuning. Untuk itu lensa mata memiliki kemampuan untuk memipih dan mencembung, disebut daya akomodasi.

Bagaimana mata bisa melihat suatu benda?

Cahaya ditangkap mata → retina (bintik kuning) → kornea → aqueous humor → pupil → lensa → vitreous humor → fotoreseptor di retina → serabut saraf optic → pusat penglihatan di otak → sensasi penglihatan.

2. Indra Pendengaran (telinga)

a. Struktur Telinga
Telinga dan Baginnya

Telinga terdiri dari tiga bagian, yaitu sebagai berikut:

1). Telinga luar: daun telinga, liang telinga yang membantu mengkonsentrsasikan gelombang suara.

2). Telinga Tengah:
a. Membran Timfani (selaput gendang), menerima gelombang bunyi.
b. Tulang-tulang pendengaran: tulang Martil (os maleus), tulang Landasan (os inkus) dan tulang Sanggurdi (os stapes), meneruskan             vibrasi ke jendela oval.
c. saluran eustachius, menyeimbangkan tekanan udara antara telinga tengah dengan lingkungan.

3). Telinga dalam

a.  Jendela oval, penghubung telinga tengah dan telinga dalam.
b.  Jendela melingkar, sebagai reseptor suara
c.  Koklea (rumah siput), reseptor untuk gerakan kepala.
d.  Saluran semisirkuler dan utrikulus, reseptor gravitasi
e.  Membran basiler, meneruskan vibrasi
f.   Organ Korti, tempat terdapatnya reseptor suara berbentuk rambut.
g.  Membran tektorial, meneruskan vibrasi ke organ korti.

b. Mekanisme Pendengaran

Getaran suara → daun telinga → saluran pendengaran → membran timfani → tulang martil → tulang Landasan → tulang Sanggurdi → jendela oval → cairan koklea → ujung saraf auditori → otak (lobus temporalis) → persepsi suara.

c. Alat Keseimbangan
Telinga berfungsi sebagai alat keseimbangan, yaitu alat deteksi posisi tubuh yang berhubungan dengan gravitasi dan gerak tubuh.

3. Indra peraba dan perasa (kulit)

Kulit dan Bagiannya

Kulit merupakan indra peraba dan perasa karena memiliki reseptor-reseptor sebagai berikut.

Korpuskula Paccini, ujung saraf perasa tekanan kuat
Ujung saraf sekeliling rambut, ujung saraf peraba.
Korpuskula Ruffini, ujung saraf perasa panas
Ujung saraf Krause, ujung saraf perasa dingin
Korpuskula Meisneir, ujung saraf peraba.
Lempeng Merkel, ujung saraf perasa sentuhan dan tekanan ringan.
Ujung saraf tanpa selaput (telanjang), merupakan perasa sakit.

4. Indra Pengecap (lidah)
Lidah dan Bagiannya

Lidah merupakan indra pengecap yang disebut kemoreseptor. Indra ini berupa kuncup/tunas pengecap yang mampu mengecap empat cita rasa yaitu manis (ujung lidah), asin (samping depan lidah), asam (samping belakang lidah), dan pahit (pangkal lidah). Bila zat masuk ke mulut, akan terlarut dan mengenai tunas pengecap, impuls akan diteruskan ke saraf dan diteruskan menuju otak, oleh otak diolah, dan timbul kesan rasa.

5. Indra Pembau (hidung)

Reseptor pembau terdapat dalam lapisan muka rongga hidung, berupa sel-sel olfaktori, yang berbentuk memanjang dengan ujung yang bersilia. Impuls sensoris akan ditransmisikan oleh serabut saraf cranial (saraf olfaktori) ke pusat pembau di otak.

SISTEM KOORDINASI MANUSIA BAG I

 A. SISTEM SARAF



Sel Saraf dan Bagiannya
Manusia di ciptakan oleh Allah sangat sempurna, begitu kita melihat bagaimna sstem -sistem yang bekerja pada sistem yang bekerja pada manusia, salah satunya adalh sistem saraf. mari kita belajar bersama agar kita lebih banyak mensyukuri apa yang diberikannya.

Sistem saraf merupakan sistem koordinasi/sistem kontrol yang bertugas menerima rangsangan ke semua bagian tubuh sekaligus memberikan tanggapan terhadap rangsangan tersebut (jaringan komunikasi dalam tubuh). Sel-selnya dibedakan menjadi dua, yaitu sel-sel saraf (neuron) dan neuroglia (memberi nutrisi dan bahan untuk hidupnya neuron)

1. Sel Saraf (neuron)

Merupakan unit struktural dan fungsional dari sistem saraf. Tersusun atas badan sel saraf, dendrit, dan neurit (akson).

Badan sel, mengandung nucleus dan nucleolus yang dikelilingi oleh sitoplasma.
Dendrit, merupakan serabut saraf pendek yang bercabang-cabang keluar dari badan sel. Berfungsi menerima impuls (rangsangan) yang datang dari neuron lain untuk dibawa menujun badan sel saraf.

Neurit (akson), merupakan serabut saraf panjang dan umumnya impuls dari badan sel saraf ke kelenjar-kelenjar dan serabut-serabut ke otot. Kebanyakan diselubungi selubung myelin yang berfungsi melindungi, memberi nutrisi, dan mempercepat jalannya impuls.



Bersadarkan fungsinya neuron dibedakan menjadi tiga yaitu :

(1) Sel saraf sensorik, adalah sel saraf yang berfungsi menerima rangsangan dari reseptor yaitu alat indera.
(2) Sel saraf motorik, adalah sel saraf yang berfungsi mengantarkan rangsangan ke efektor yaitu otot dan kelenjar. Rangsangan yang diantarkan berasal atau diterima dari otak dan sumsum tulang belakang.
(3) Sel saraf penghubung, adalah sel saraf yang berfungsi menghubungkan sel saraf satu dengan sel saraf lainnya.

B. OTAK DAN BAGIANNYA


1. Cerebrum (Otak Besar)

Cerebrum adalah bagian terbesar dari otak manusia atau Otak Depan. Cerebrum membuat manusia memiliki kemampuan berpikir, analisa, logika, bahasa, kesadaran, perencanaan, memori dan kemampuan visual. Kecerdasan intelektual atau IQ Anda juga ditentukan oleh kualitas bagian ini.

2. Otak kecil (cerebellum)

Otak kecil sebagai pusat keseimbangan, koordinasi gerakan otot secara sadar dan posisi tubuh. Kerusakan cerebellum akan menyebabkan gerak otot tidak terkoordinasi. Otak kecil dibagi tiga daerah yaitu otak depan, otak tengah, dan otak belakang.

a. Otak depan meliputi:

1. Hipotalamus, merupakan pusat pengatur suhu, selera makan, keseimbangan cairan tubuh, haus, tingkah laku, kegiatan reproduksi, meregulasi pituitari.
2. Talamus, merupakan pusat pengatur sensori, menerima semua rangsan yang berasal dari sensorik cerebrum.
3. Kelenjar pituitary, sebagai sekresi hormon.


b. Otak Tengah dengan bagian atas merupakan lobus optikus yang merupakan pusat refleks mata.

c. Otak Belakang, terdiri atas dua bagian yaitu otak kecil dan medulla oblongata. Medula oblongata berfungsi mengatur denyut jantung, tekanan darah, mengatur pernafasan, sekresi ludah, menelan, gerak peristaltic, batuk, dan bersin.

3. Sumsum tulang belakang
Sumsum tulang belakang merupakan lanjutan dari medulla oblongata ke bawah sampai ruas kedua tulang pinggang. Sumsum tulang belakang berfungsi untuk menghubungkan impuls dari dank e otak, memungkinkan jalan terpendek pada gerak refleks.

Bagian-bagian sumsum tulang belakang:

a) Lapisan luar berwarna putih dan mengandung akson.

b) Lapisan dalam berwarna kelabu dan mengandung badan sel saraf.

c) Bagian dalam terdapat bagian yang berbentuk kupu-kupu yang disebut akar dorsal (mengandung sensorik, dendritnya berhubungan dengan reseptor), dan akar ventral (mengandung neuron motorik, aksonnya menuju efektor).

Pada sistem saraf pusat terdapat cairan yang cerebrospinal, terletak pada ventrikel otak dan sentralis berfungsi untuk suplai nutrisi sel-sel otak dan medulla spinalis.

C. SISTEM SARAF TEPI

1).12 pasang serabut otak 12 pasang saraf cranial) yang keluar dari beberapa bagian otak menuju alat indera, kelenjar, dan otot.

2). 31 pasang serabut saraf sumsum tulang belakang (31 pasang saraf spinal) merupakan gabungan dari saraf sensorik dan motorik yang keluar melalui akar ventral. Berdasarkan asalnya, dibedakan menjadi 8 pasang saraf leher, 12 pasang saraf punggung, 5 pasang saraf pinggang, 5 pasang saraf pinggul, dan 1 pasang saraf ekor.

D. SISTEM SARAF TAK SADAR (otonom)

1. Saraf simpatik

Saraf simpatik berpangkal pada medulla spinalis daerah leher dan pinggang, disebut saraf torakolumbar, berfungsi untuk mengaktifkan organ agar bekerja secara otomatis. Serabut ini menuju ke otot polos, alat peredaran darah, pencernaan makanan, dan pernafasan.

2. Saraf parasimpatik

Saraf para simpatik berpangkal pada kedua oblongata dan daerah sacrum, bekerja berlawanan dengan saraf simpatik.

3.Mekanisme Kerja Saraf

Neuron mampu menerima dan merespon terhadap rangsang. Rangsang dari dendrit ke badan sel saraf oleh akson akan diteruskan ke dendrite akson yang lain. Bila sampai di ujung akson, maka ujung akson akan mengeluarkan neurohumor yang memacu dendrit yang berhubungan dengan akson tadi.

Penghantaran Inpuls

Rangsangan yang diterima oleh neuron sensorik akan dihantarkan melalui sel saraf dan sinapsis.

a. Penghantaran lewat sel saraf

Sel saraf bila dalam keadaan istirahat, muatan listrik di luar sel saraf positif (+), sedangkan muatan listrik di dalam membran (-). Keadaan ini disebut polarisasi.

b. Penghantaran lewat Sinapsis

1). Bila impuls sampai di tombol sinapsis, akan mengakibatkan peningkatan permiabelitas membran prasinapsis terhadap ion Ca.

2). Gelembung sinapsis melebur dengan membran prasinapsis sambil mengeluarkan neurotransmiter ke celah sinapsis.

3). Neurotransmiter membawa impuls ke membran postsinapsis. Setelah itu neurotransmitter dihidrolisis oleh enzim asetil kolinesterase menjadi setil dan asam stanont. Zat ini disimpan dalam gelembung sinapsis untuk dipergunakan lagi.

Gerak Tubuh

a. Gerak Biasa
Yaitu gerak yang disadari, misalnya menulis, berjalan, dan makan. Gerak biasa impulsnya melalui otak.

Jalannya rangsang : reseptor → neuron sensorik → otak → neuron motorik → efektor.

b. Gerak Refleks
Pada gerak refleks, rangsangan tidak diolah di otak. Jalan terpendek yang dilalui gerak ini disebut lengkung refleks.

Jalannya rangsang : reseptor → neuron sensorik → sumsum tulang belakang → neuron motorik → efektor.

E. GANGGUAN PADA SISTEM SARAF

a. Epilepsi, disebabkan kerusakkan otak pada saat lahir, infeksi, racun, luka pada kepala, atau tumor pada otak.

b. Neuritis, iritasi pada neuron yang disebabkan oleh infeksi, kekurangan vitamin, keracunan, maupun karena obat-obatan.

c. Alzheimer, berkurangnya kemampuan dalam mengingat.




Sabtu, 02 November 2024

LISTRIK STATIS

Dewasa ini penggunaan energi listrik sudah sangat meluas, sebab tidak lagi menjadi monopoli masyarakat perkotaan saja tetapi tesudah sampai ke pedesaan. Sebab dengan adanya jaringan listrik yang dibangun PLN (Perusahaan Listrik Negara), energi listrik yang dihasilkan oleh mesin pembangkit tenaga listrik mampu didistribusikan sampai jauh ke pedesaan. Kebutuhan energi listrik sudah menjadi sangat penting dalam kehidupan masyarakat modern, sebab sebagian besar peralatan rumah tangga, perkantoran dan industri sudah menggunakan energi listrik. Masalah apakah yang akan kita hadapi, jika aliran listrik dari PLN berhenti dalam waktu yang relatif lama?

Siapa yang pertama kali menemukan listrik? Tidak ada yang mengetahui secara pasti. Diperkirakan listrik statis ( listrik tidak mengalir) ditemukan oleh orang-orang Yunani kuno. Kemudian barulah ditemukan listrik dinamis (listrik mengalir) oleh orang-orang Itali. 

Bagaimanakah sifat-sifat listrik statis dan listrik dinamis? Untuk mengetahui hal tersebut, terlebih dahulu akan kita bahas materi pokok tentang listrik statis. 

Terdapat dua jenis muatan listrik, yakni muatan positif dan negatif. Jika benda bermuatan listrik positif dan benda bermuatan listrik negatif didekatkan maka akan saling tarik menarik.

Sebaliknya, jika benda bermuatan listrik positif dan benda bermuatan listrik positif didekatkan, atau benda bermuatan listrik negatif dan benda bermuatan listrik negatif didekatkan, maka keduanya akan saling tolak menolak.

Interaksi kedua muatan tersebut juga merupakan gejala sederhana listrik statis.

A.  MUATAN LISTRIK

Sejak lama telah diketahui oleh orang Yunani bahwa ada sejenis batuan yang kalau digosok dapat menarik benda-benda kecil. Batuan tersebut oleh mereka kemudian diberi nama “elektron” yang kemudian menjadi sebuah konsep yang sangat penting dalam dunia atom dan kelistrikan. Kejadian yang serupa sudah sering kita lakukan, yaitu dengan menggosok-gosokkan sisir plastik ke rambut yang kering sehingga dapat menarik sobekan-sobekan kertas kecil seperti gambar 8-1.  

Untuk mengetahui hal itu, mari kita selidiki dengan melakukan percobaan secara berkelompok. Batang plastik yang digosok dengan kain wol, atau batang kaca yang digosok dengan kain sutra, juga menunjukkan kejadian yang sama yaitu dapat menarik sobekan-sobekan kertas kecil. Semua peristiwa tersebut menunjukkan kepada kita bahwa dengan cara menggosok, beberapa jenis benda dapat bermuatan listrik. Apakah jenis muatan listrik pada plastik yang digosok kain wol sama dengan muatan listrik pada kaca yang digosok kain sutra?

Dari banyak percobaan yang telah pernah dilakukan, ternyata semua benda bermuatan listrik yang ditarik oleh plastik digosok wol, akan ditolak oleh kaca yang digosok sutra. Demikian pula sebaliknya semua benda bermuatan listrik yang ditarik oleh kaca digosok sutra, akan ditolak oleh plastik yang digosok wol. Fakta tersebut menunjukkan kepada kita bahwa :

1. Muatan listrik ada dua jenis, untuk membedakan maka muatan listrik positip yang sama dengan muatan kaca digosok kain sutra dan muatan listrik negatip yang sama dengan muatan plastik digosok kain wol.

2. Muatan listrik yang sejenis akan saling tolak-menolak, sedangkan muatan listrik yang tidak sejenis akan saling tarik-menarik.


B.  TEORI ATOM

Pada tahun 1729 Stephen Gray menemukan bahwa jika sebuah benda bermuatan listrik dihubungkan dengan benda netral melalui sebuah logam, akan terjadi aliran muatan listrik dari benda bermuatan ke benda yang netral. Benda yang dapat memindahkan muatan listrik dari satu tempat ke tempat yang lain disebut konduktor, sedangkan benda yang sulit memindahkan muatan listrik disebut isolator.

Contoh benda yang bersifat konduktor adalah : logam, karbon, raksa, badan manusia, elektrolit, air dan tanah (bumi).

Contoh benda yang bersifat

isolator adalah : karet, porselen, udara, ebonit, parafin, minyak pelumas, sirlak. 

Dalam perkembangan selanjutnya telah ditemukan juga bahan semikonduktor, yaitu bahan yang dalam keadaan normal bersifat isolator tetapi kalau ada perubahan suhu akan bersifat konduktor. Bahan semi konduktor ternyata sangat bermanfaat dalam menghasilkan berbagai produk elektronika. Dewasa ini sudah banyak yang mengembangkan bahan superkonduktor, jika berhasil maka penggunaan energi listrik akan menjadi sangat efisien, sebab bahan semi konduktor hambatan listriknya sangat kecil. Semua benda bermuatan listrik, jika dihubungkan dengan bumi (menggunakan konduktor), seluruh muatannya akan habis dinetralkan bumi. Berapapun muatan listrik yang masuk ke dalam bumi, bumi tetap merupakan benda netral.

Mengapa benda yang digosok dapat bermuatan listrik? Untuk menjelaskan hal itu, kita dapat menggunakan teori atom yang pada

prinsipnya menyatakan bahwa :

a. Semua benda terdiri dari partikel-partikel sangat kecil yang disebut atom 

b. Setiap atom terdiri dari sebuah inti yang dikelilingi oleh satu atau beberapa elektron yang bermuatan listrik negatip.

c. Di dalam inti atom ada proton yang bermuatan listrik positip dan netron yang tidak bermuatan.

d. Pada atom yang netral, jumlah muatan positip proton dalam inti atom, sama dengan jumlah muatan negatip elektron-elektron yang berputar mengelilingi inti.

e. Karena suatu sebab, elektron dapat berpindah dari satu atom ke atom yang lainnya, tetapi proton dan netron tetap berada dalam inti atom.


Dengan menggunakan teori atom, maka penjelasan mengapa benda yang digosok dapat bermuatan listrik adalah sebagai berikut :

Pada saat batang plastik digosok kain wool, terjadi perpindahan elektron dari kain wol ke batang plastik. Maka batang plastik akan kelebihan elektron, sehingga disebut bermuatan listrik negatip.

Sebaliknya pada saat batang kaca digosok kain sutra, terjadi perpindahan elektron dari batang kaca ke kain sutra. Maka batang kaca akan kekurangan elektron, sehingga disebut bermuatan listrik positip.

Berdasarkan penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa suatu benda dikatakan bermuatan listrik jika ia kekurangan atau kelebihan elektron. Benda yang kekurangan elektron bermuatan listrik positip, sedangkan benda yang kelebihan elektron bermuatan listrik negatip. Perlu diingat bahwa tidak ada muatan listrik yang dihasilkan pada saat menggosok benda, sebab yang terjadi hanyalah perpindahan elektron dari suatu benda ke benda yang lain.

Benda yang lebih positip dikatakan memiliki tegangan listrik (potensial) lebih tinggi, dibandingkan dengan benda yang lebih negatip. Jika kedua benda dihubungkan dengan konduktor, maka akan terjadi perpindahan elektron dari benda yang berpotensial rendah (lebih negatip) ke benda yang berpotensial lebih tinggi (lebih positip). Berarti elektron dapat pindah dari satu tempat ke tempat yang lain, jika kedua tempat itu memiliki perbedaan tegangan atau selisih potensial.

Perhatikan gambar 8-4 dengan baik. Benda A memiliki potensial lebih tinggi dari benda B, sedangkan benda D memiliki potensial lebih besar dari benda C. Jika ke dua benda dihubungkan dengan konduktor, maka akan terjadi perpindahan elektron dari benda B ke benda A dan dari benda C ke benda D. Setelah mutan kedua benda sama, perpindahan elektron berhenti, sebab tegangan listrik kedua benda sama.