Selasa, 14 Januari 2025

HUKUM OHM

Pemberian nama Ohm  untuk menghormati Georg Simon Ohm, Sebagai penemu hukum ohm. Hukum Ohm mendefinisikan hubungan antara arus, tegangan, dan resistansi.


Hukum Ohm adalah hal yang paling mendasar dalam ilmu listrik dan elektronik dan sangat membantu untuk kelanjutan hampir dari semua rumus dan analisis sirkuit.

Dasarnya, Arus yang datang melalui komponen apapun akan sama dengan tegangan, dibagi dengan resistan dari komponen tersebut.

Dan, Kita dapat menggunakannya untuk menemukan suatu nilai yang hilang, Selama kita mengetahui dua nilai lainnya.


Gambar 1.1 merupakan rumus yang umum digunakan untuk mengingat hukum Ohm dan cara kerjanya.

keterangan:
V untuk Voltage/Tegangan
I  untuk Current/Arus Listrik
R untuk Resistance / Tahanan / Hambatan

Rumus Dasar Hukum Ohm :

V  =  I  x  R

I  =  V  /  R

R =  V  /  I


Untuk mengingatnya hanya perlu mencari antara V I R. Jika ingin mencari jumlah I , maka rumusnya V/R. begitu juga sebaliknya.

Arus sama dengan tegangan dibagi hambatan
Tahanan sama dengan Tegangan dibagi Arus
Tegangan sama dengan Arus dikali hambatan.

Mengubah atau mebalikkan salah satu nilai adalah mustahil, semua harus mengikuti rumus. Kecuali untuk perkalian untuk menemukan nilai Tegangan.

Lihat contoh pada gambar :


                                                                                
Pada gambar dapat dilihat rangkaian sederhana dengan sumber tegangan 12V dan tahan 4 Ohms.

Disini nilai yang tidak ada adalah "I". Jadi kita dapat menghitung arus menggunakan hukum Ohm. Untuk menghitung arus, kita mendapatkan jawabannya dengan membagi 12V dan 4Ω dan mendapatkan jawaban 3A.


Perhatikan, Rumus dapat bekerja untuk semua variasi.


I = V/R ... 3A=12V/4Ω
R=V/I ... 4Ω=12V/3A
V= I x R ... 12V= 3A x 4Ω

Tidak ada komentar:

Posting Komentar